Pengurus KSPSI Kota Cirebon walkout saat rapat pembahasan UMK.(Juan)

Deadlock Pembahasan UMK di Kota Cirebon

Replik.co.id, Cirebon – Jalan buntu pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) di Kota Cirebon Jawa Barat, bahkan rapat tersebut diwarnai walkout. Sebanyak 4 orang perwakilan Serikat pekerja (SP) walkout dari rapat pembahasan UMK 2022 dengan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Sekretaris DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Cirebon Andi Muhammad, mengusulkan kenaikan UMK sebesar 10 persen, namun usulan tersebut ditolak.

“Semula kami mengusulkan kenaikan UMK 17 persen, setelah mempertimbangkan berbagai hal kami turunkan menjadi 10 persen, tapi masih ditolak,” katanya, Selasa 23/11/2021.

Ia menjelaskan, usulan 10 persen berdasarkan sejumlah pertimbangan diantaranya adalah inflasi 2020 sebesar 3,5 persen dan melihat kondisi perekonomian saat ini.

“Angka tersebut diambil bedasarkan usulan dari para buruh dan melihat kondisi perekonomian saat ini,” imbuhnya.

Usulan tersebut tidak mendapat respon positif, oleh karena itu ia bersama 3 orang anggotanya meinggalkan ruang rapat.

“Angkanya sudah diturunkan tapi tidak ada respon. Oleh karena itu kami walkout. Kami harap ini menjadi perhatian khusus dari Wali Kota Cirebon,” pungkasnya.

sumber : kumparan.com

Related posts

Mahasiswa di Medan Demo Dukung Khilafah, Tuding Permendikbud PPKS Thogut

Ahmad

Seluruh Penduduk Wuhan akan Dites Covid-19 Setelah Kasus Virus Corona Muncul Kembali

Caca

Polwan Arab Saudi Dikerahkan untuk Amankan Ibadah Haji

Caca

Leave a Comment